Minggu, 21 Juni 2020

Aspal Sahrul Harapan

. JENIS-JENIS ASPAL
A.    ASPAL ALAM
Aspal alam adalah aspal yang berasal langsung dari alam tanpa melewati serangkaian proses pengolahan yang rumit. Aspal alam yang berbentuk batuan bisa diproleh di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal alam yang bersifat plastis bisa pengolahan yang rumit, ditemukan di pulau Pitch, republic Trinidad. Sedangkan aspal yang memiliki wujud berada disekitar perairan segitiga Bermuda. Berbeda dengan segitiga Bermuda yang mengandung aspal murni, kandungan aspal yang berada di Pulau Buton dan Danau Pitch tidak murni dan tercampur dengan mineral yang lain. Material aspal yang berasal dari alam di dapat dari prose salami, baik dari gunung aspal maupun dari danau.
a)      Aspal Batu / Rock Asphalt
Aspal gunung juga sering di sebut dengan aspal batu. Di Indonesia sumber daya alam aspal terbesar didapat dari pulau buton yang gunung aspalnya dikenal dengan sebutan asbuton. Jenis aspal tersebut juga sering di sebut BUTAS (Buton Aspal), terdapat pada batu-batu karang sehingga bercampur dengan kapur (CaCo). Umumnya berupa susunan Bahan 35% bitumen, 60% bahan mineral, dan 5% bahan lainnya. Penggunaan aspal dari bahan batuan harus mengalami proses ekstraksi yang kemudian dicampur dengan minyak pelunak.
Proses terjadinya aspal batu adalah terjadi pada daerah yang mengandung minyak bumi dan aspal. Akibat terjadinya gerakan gerakan pada lapisan kulit bumi menyebabkan terjadinya penurunan atau retak-retak pada permukaan bumi. Dengan adanya tekanan dari bawah lapisan kulit bumi menyebabkan keluarnya minyak bumi. Apabila tekanan yang terjadi besar, maka minyak bumi akan keluar dengan aspal yang dikandungnya, akan tetapi sebaliknya, apabila tekanan itu lemah maka minyak bumi akan merembes melalui retakan-retakan dan aspal itu tertinggal. Pada proses perjalanan minyak bumi tadi, akan melalui batuan-batuan yang sifatnya porous sehingga minyak bumi yang mengandung aspal akan meresap pada lapisan batuan porous tersebut dan terjadilah aspal batuan.
Indonesia memiliki aspal alam yaitu di Pulau Buton, yang terkenal dengan nama ASBUTON ( Aspal Pulau Buton ). Penggunaan asbuton sebagai salah satu material perkerasan jalan telah dimulai sejak tahun 1920. Walaupun masih besifat Konvensional, asbuton merupakan batu yang mengandung aspal, asbuton merupakan material yang ditemukan begitu saja di alam, maka kadar bitumen yang dikandungnya sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi.
 Produk asbuton dapat di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
- Produk asbuton yang masih mengandung material filler, seperti asbuton kasar, asbuton halus, asbuton mikro, dan butonite mastic asphalt. (Kadar Bitumen <20%)
- Produk asbuton yang sudah dimurnikan menjadi aspal murni melalui proses ekstrasi atau proses kimiawi. Produk ini bisa langsung dipakai untuk mengaspal jalan. (Kadar Bitumen >20%).
b)      Aspal Danau / Lake Asphalt
Sedangkan di belahan dunia lain, aspal danau akan banyak ditemukan di pulau Trinidad dan Venezuela yabg aspalnya memiliki campuran mineral, bitumen serta bahan organic lain. Angka penetrasi dari jenis aspal danau  memiliki tingkat yang rendah dan titik lembek yang cukup tinggi. Oleh sebab itu penggunaan aspal danau akan dicampur dengan aspal keras agar mendapatkan tingkat penetrasi yang diinginkan.
c)      Aspal Cair
Aspal ini terdapat di Segitiga Bermuda yang mengandung aspal murni.
B.     ASPAL BUATAN / ASPAL MINYAK
Aspal buatan adalah asapal yang terbuat dari minyak bumi yang diproses sedemikian rupa metode tertentu yang relative rumit. Proses ini disebut destilasi. Destilasi sendiri merupakan proses penyulingan yang memisahkan minyak bumi dengan fraksi di dalamnya dengan menaikkan temperature minyak bumi tersebut.
            Secara garis besar aspal buatan terbagi menjadi 3, yaitu :
a)      Aspal Keras / Asphalt Cement
Aspal keras adalah aspal yang memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Penetrasi yang dimiliki aspal ini berkisar antara 60-80. Aspal keras umumnya digunakan menjadi bahan baku pembentuk jalan aspal. Aspal keras merupakan hasil residu dari proses destilasi sederhana dari fraksi ringan yang terkandung dalam minyak bumi dan fraksi didalamnya. Aspal ini juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan Asphalt Cement. Residu ini dihasilkan dari destilasi hampa pada suhu 480ºC atau bervariasi tergantung dari sumber minyak mentah yang digunakan.
Asphalt Cement pada temperature ruang (25º-30ºC) berbentuk padat. Asphalt Cement terdiri dari beberapa jneis tergantung dari proses pembuatannya dan jenis minyak  bumi asalnya. Pengelompokan Asphalt Cement dapat dilakukan berdasarkan nilai penetrasi pada temperature 25ºC atau dari nilai viskositasnya.
Di Indonesia Asphalt Cement biasanya dibedakan berdasarkan nilai penetrasinya, yaitu:
1)      AC pen 40/50, yaitu AC dengan penetrasi 40-50
2)      AC pen 60/70, yaitu AC dengan penetrasi 60-70
3)      AC pen 85/100, yaitu AC dengan penetrasi 85-100
4)      AC pen 120/150, yaitu AC dengan penetrasi 120/150
5)      AC pen 200/300, yaitu AC dengan penetrasi 200-300
Asal dengan penetrasi rendah digunakan didaerah bercuaca panas atau lalu lintas dengan volume tinggi, sedangkan aspal semen dengan penetrasi tinggi dignakan untuk daerah bercuaca dingin atau lalu lintas dengan volume rendah. Di Indonesia pada umumnya dipergunakan aspal dengan penetrasi 60-70 dan 70-80.
b)      Aspal Cair/ Aspal Dingin (Cut Back Asphalt)
Aspal cair adalah  aspal yang memiliki wujud cair. Paling sering aspal ini dimanfaatkan untuk keperluan pengikat bahan bangunan. Aspal cair adalah campuran dari aspal semen dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak bumi. Dengan demikian cut back asphalt berbentuk cair dalam temperature ruang. Aspal yang digunakan sebagai lapis resap pengikat (prime coat) yaitu aspal tipe MC-30, MC-70, atau MC-250. Sementara itu, tipe aspal yang dipakai untuk lapis pengikat (tack coat) antara lain RC-70 atau RC-250.
Produksi jenis aspal cair didapat dari melarutkan aspal keras dengan pelarut bebasis minyak yang didapat dari proses distilasi. Berdasarkan bahan cairnya dan kemudahan menguap bahan pelarutnya, aspal cair dbedakan atas :
v  RC ( Rapid Curing Cut Back ) merupakan aspal semen yang dilarutkan dengan bensin atau premium. RC merupakan cut back aspal yang paling cepat menguap. RC cut back asphalt digunakan sebagai Tack Coat (lapis perekat) dan Prime Coat (lapis resap pengikat.
v  MC (Medium Curing Cut Back) Merupakan aspal semen yang dilarutkan dengan bahan pencair yang lebih kental seperti minyak tanah. Pelarutnya tidak begitu cepat menguap.
v  SC (Slow Curing Cut Back) yang bahan pelarutnya lambat menguap dengan bahan pelarut solar. SC cut back diguanakan sebagai Prime Coat dan Dust Laying (Lapis Pengikat Debu)
v  Merupakan aspal semen yang dilarutkan dengan bahan yang lebih kental seperti solar. Aspal jenis ini merupakan cutback aspal yang paling lama menguap. Berdasarkan nilai Viskositas pada temperature 60ºC, cutback aspal dapat dibedakan atas:
RC 30-60
RC 70-140
RC 250-500
RC 800-1600
RC 3000-6000

MC 30-60
MC 70-140
MC 800-1600
MC 3000-6000


SC 30-60
SC 70-140
SC 250-500
SC 800-1600
SC 3000-6000
c)      Aspal Emulsi
Aspal jenis ini dihasilkan dari proses emulasi aspal keras dimana proses tersebut merupapakan proses memisahkan dan pendispersian partikel aspal keras didalam air yang sudah mengandung emulsifier. Emulsifier agent merupakan ion bermuatan lsitrik (Elektrolit), (+) Cation, (-) Annion. Emulsifier agent berfungsi sebagai stabilisator. Proses ini menghasilkan partikel yang sangat kecil namun memiliki kemampuan mengikat dengan cepat.
Emulsifier yang digunakan akan mempengaruhi jenis dan kecepatan pengikatan aspal emulsi yang nantinya akan dihasilkan. Hasil dari aspal emulsi tersebut terdapat tiga jenis, antara lain aspal emulsi non ionic (bersifat netral), aspal emulsi kationik (memiliki ion positif) dan aspal emulsi anionic (memiliki ion negative). Kelebihan-kelebihan dari aspal emulsi ialah gampang digunakan, memilii daya ikat yang baik, dan tahan terhadap cuaca ekstrim. Seluruh rangkaian proses pengolahan tersebut biasanya dilaksanakan dipabrik khusus pembuat aspal.
Berdasarkan muatan listrik yang dikandungnya, aspal emulsi dapat dibedakan atas :
Ø  Kationik, disebut juga aspal asam, merupakan aspal emulsi yang bermuatan arus listrik positif.
Ø  Anionic,disebut juga aspal emulasi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan negative.
Ø  Nanionik, merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti tidak mengantarkan listrik.
Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi anionic dan kationik.
Berdasarkan pengerasannya aspal emulasi dibedakan atas :
Ø  Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit pengemulsi sehingga pengikat cepat terjadi, digunakan untuk tack coat.
Ø  Medium Setting (MS), digunakan untuk seal coat
Ø  Slow Setting (SS), jenis aspal emulsi yang paling lambat menguap, digunakan sebagai prime coat.
C.     ASPAL MODIFIKASI
Jenis aspal yang satu ini merupakan aspal yang dibuat dari campuran aspal buatan khususnya aspal keras dengan bahan tambahan tertentu. Umumnya yang digunakan sebagai bahan campuran adalah berbagai jenis polymer seperti polymer plastomer dan polymer alstomer. Campuran bahan tersebut berfungsi untuk meningkatkan elastisitas serta sifat fisik pada aspal modifikasi.
Bahan campuran tambahan yang popular digunakan adalah hadala, sehingga bahan modifikasi ini sering disebut dengan aspal polymer.
Aspal polymer ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a)      Aspal Polymer Plastomer
Penambahan bahan polymer pada aspal berfungsi untuk meningkatkan sifat fisik campuran aspal dan sifat rheologinya. Jenis polymer Plastomer yang banyak digunakan adalah EVA (Ethylene Vinyle Acetate) Polyethilene dan Polypropilene.
b)      Aspal Polymer Elastomer
Aspal jenis ini sering digunakan sebagai campuran aspal keras karena dapat memperbaiki sifat rheologi aspal yang meliputi penetrasi, kekentalan, titik lembek dan elatisitas aspal keras. Aspal polymer elastomer jenis SBS (Styrene Buta diene Sterene), SBR (Styrene Buta diene Rubber), ISI (Styrene Isoprene Styrene) dan karet adalah yang umum digunakan sebagai campuran penambah aspal keras. Penambahan tersebut harus melewati uji laboratorium karena jika berlebihan  akan meimbulkan efek negative pada aspal.

2.     BAHAN SUSUNAN ASPAL
Aspal adalah bahan hidro karbon yang  bersifat melekat (adhesive) , berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap airdan viso elastic. Aspal juga sering disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari alam atau pengolahan minyak bumi.
Aspal atau nitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal tampak padat pada suhu ruang, padahal aspal adalah cairan yang sangat kental. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum terkaraktrisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh alifatik dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 permolekul . atom-atom selain hydrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon , 10% hydrogen, dan sisanya oksigen dan nitrogen serta sejumlah renik besi nikel dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya kecil) dan malten ( yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5%-25% aspalten. Sebagian besar senyawa yang terkansung dalam asapal adalah polar.


3.     PROSES TERJADINYA ASPAL
Ø  ASPAL ALAM
Aspal alam terbentuk secara perlahan-lahan dari fraksionasi alami minyak didekat minyak bumi. Aspal terdapat dialam biasanya dalam bentuk batuan sehingga biasa disebut batuan aspal. Aspal alam disebabkan adanya pengaruh tektonik terhadap minyak bumi yang diduga semula terkandung dalam batuan induk kemudian berimigrasi melalui dasardan mengimpregnasi batuan sekitarnya, yaitu batu pasir dan batu gamping. Material aspal membentuk suatu danau yang mengisi pori-pori, celah batu atau deposit yang mengandung campuran aspal alam dan bahan mineral dalam berbagai porsi.
Ø  ASPAL MINYAK
Sumber aspal ii berasal dari kilang minyak (refinery bitumen). Aspal yang dihasilkan dari industry kilang minyak mentah (crude oil) dikenal sebagai residual bitumen, straight bitumen atau steam refined bitumen. Istilah refinery bitumen merupakan nama yang tepat dan umum digunakan.
Aspal yang dihasilkan dari minyak mentah yang diperoleh melalui proses destilasi minyak bumi. Proses penyulinganini dilakukan dengan pemanasan hingga 350ºC dibawah tekanan atmosfer untuk memisahkan fraksi-fraksi minyak seperti gas oline (bensin), kerosene (minyak tanah) dan gas oil.

4.     PENGGUNAAN ASPAL
Aspal memiliki beberapa kegunaan antara lain :
a)      Untuk mengikat batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan akibat lalu lintas (waterproofing, protect terhadap erosi)
b)      Sebagai bahan pelapis dan perekat agregat.
c)      Lapisan resap pengikat (prime coat) adalah lapisan tipis aspal cair yang diletakkan diatas lapis pondasi sebelum lpais berikutnya.
d)     Lapisan pengikat (take coat) adalah lapis aspal cair yang diletakkan diatas jalan yang telah beraspal sebelum lapis berikutnya dihampar, berfungsi pengikat dianatara keduanya.
e)      Sebagai pengisi ruang yang kosong antara agregat kasar, agregat halus, dan filler.

5.     SEBARAN DAN PROSPEK ASPAL DI INDONESIA
Sebaran Aspal Alam hanya terdapat di 2 tempat, yaitu :
a)      Danau Pict, Trinidad republic Tobago.
b)      Asbuton, Pulau Buton Sultra Indonesia.


6.     POTENSI/CADANGAN/DEPOSIT
Endapan asbuton tersebut mulai dari teluk dapolawa sampai teluk lawele. Kadar aspal dalam batuan bervariasi anatara 10%-45% bergantung kepada jenis dan pororsitas batuan, meskipun dalam lapangan yang sama. Adreal aspal biasanya ditemukan pada puncak pegunungan atau di lereng antiklin.
Dipulau buton terdapat 19 lapanagan aspal besar dan kecil, 4 dianataranya dikategorikan ekonomis, yaitu : lapangan waisiu dengan cadangan sekitar 200.000 Ton dan kadar bitumen rata-rata adalah 30%, kabungka (4,5 juta Ton, 30%-45%). Wariti (600.000 ton, 30%), dan lapangan lawele (20.000 ton, 20%-35%). Dengan jumlah semua potensi sekitar 650 juta ton.
Berikut keunggulan aspal buton :
Ø  Sekitar 650 juta ton
Ø  Kadar aspal 10%-40%.
Ø  Terletak hannya 1.5 meter dibawah permukaan tanah, bandingkan dengan kadar aspal alam yang diolah di Amerika Serikat yang hanya 12%-15% dan Tobago (Danau Trinidad) dengan kadar aspal hanya 6-10% dan terletak ratusan meter di bawah permukaan tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar