AGREGAT
Kandungan agregat dalam campuran beton sangat tinggi. Komposisi agregat berkisar antara 60%-70% dari berat campuran beton. Walaupun fungsinya hanya sebagai pengisi tetapi karena komposisinya yang cukup besar sehingga agregat inipun menjadi penting.
Agregat yang digunakan dalam campuran beton biasanya berukuran lebih kecil dari 40mm. Agregat yang ukurannya lebih besar dari 40mm digunakan untuk pekerjaan sipil lainnya, misalnya untuk pekerjaan jalan, tanggul penahan tanah,bendungan dan lainnya. Agregat halus biasanya dinamakan pasir dan agregat kasar dinamakan kerikil, spilit, batu pecah, kricak, dll.
1. Jenis Agregat
Seperti yang diuraikan diatas, agregat dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu agregat alam dan agregat buatan. Agregat alam dan buatan inipun dapat dibedakan berdasarkan beratnya, asalnya, diameter butirnya(gradasi), dan tekstur permukaannya.
Jenis Agregat Berdasarkan Berat
Agregat dapat dibedakan berdasarkan beratnya. Ada tiga jenis agregat berdasarkan beratnya, yaitu agregat normal,agregat ringan dan agregat berat. Peraturan beton 1989 mencakup agregat normal dan agregat ringan.
Jenis Agregat Berdasarkan Bentuk
Bentuk agregat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara alamiah bentuk agregat dipengaruhi oleh proses geologi batua. Setelah dilakukan penambangan, bentuk agregat dipengaruhi oleh cara peledakan dan mesin pemecah batu dan teknik yang digunakan. Klasifikasi agregat berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut.
a1. Agregat Bulat
b2. Agregat Bulat sebagian atau Tidak Teratur
c3. Agregat bersudut
d4. Agregat Panjang
5. Agregat Pipih
Jenis Agregat Berdasarkan Tekstur Permukaan
Umumnya agregat dibedakan menjadi kasar, agak kasar, licin, agak licin. Berdasarkan pemeriksaan visual, tekstur agregat dapat dibedakan menjadi sangat halus (glassy), halus, granular, kasar, berkristal(crytalline), berpori, dan berlubang-lubang. Permukaan yang kasar akan menghasilkan ikatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan permukaan agregat yang licin. Secara umum susunan permukaan ini sangat berpengaruh pada kemudahan pekerjaan.
2. Jenis-jenis Pengujian Bahan Agregat
A. JENIS DAN PERALATAN PENGUJIAN AGREGAT
Peralatan Uji Agregat adalah:Alat pembagi contoh agregat (spliter).Alat saringan lengkap, dengan ukuran sesuai gradasi agregat yang dipilihAlat untuk menguji berat Jenis semu dan berat Jenis bulkAlat pemeriksaan keausan dengan mesin abrasiAlat pengujian setara pasir (sand equivalent) lengkapAlat untuk pemeriksaan gumpalan lempung dan butiran yang mudah pecahAlat untuk pemeriksaan daya lekat agregat terhadap aspal (affinity)Alat untuk pengujian angularitas agregat halus dan kasarAlat untuk pemeriksaan kepipihan dan kelonjongan agregatAlat untuk pengujian partikel ringan dalam agregat
3. Gradasai Agregat
Gradasi agregat adalah distribusi dari variasi ukuran butir agregat . Gradasi agregat berpengaruh pada besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (kemudahan dalam pekerjaan) serta stabilitas campuran.
Gradasi agregat ditentukan dengan cara analisa saringan, dimana sampel agregat harus melalui satu set saringan. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawat dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi pesegi dari saringan tersebut.
Gradasi agregat ditentukan dengan cara analisa saringan, dimana sampel agregat harus melalui satu set saringan. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawat dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi pesegi dari saringan tersebut.

- Gradasi seragam (uniform graded)
- Gradasi rapat (dense graded)
- Gradasi senjang (gap graded)
"ALIF TRYHARTONO"
"TERIMA KASIH, SYUKRON, THANKS YOU, SWADIKHAP, KAPUNKHAAP"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar